"makalah Lembaga Keuangan Internasional"
Makalah
Lembaga Keuangan Internasional
Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Ekonomi Moneter”

Oleh :
Hadiatullah
(140810101155)
UNIVERSITAS
JEMBER
2015
Kata Pengantar
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahnya
penulis dapat menyelesaikan tugas “Ekonomi Moneter”. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah abadikan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. nabi
akhir zaman pembawa rahmat bagi seluruh alam.
Tujuan kami
menulis materi tersebut adalah memenuhi tugas, dan agar menjadikan mahasiswa
mengerti tentang lembaga keuangan internasional seperti IMF, ADB dan World
Bank, yang berisi sejarah berdirinya, tujuan didirikan, peran bagi dunia
internasional pada umumnya, dan peran bagi Indonesia pada khususnya.
Terima kasih
kepada pemberi tugas telah memberikan kami kesempatan untuk berfikir panjang
dan dapat membuat makalah ini sesuai harapan.
Jember, 6 April 2015
Penulis
PENDAHLUAN
Latar belakang
Alhamdulillah
segala puji bagi allah tuhah semesta alam yang telah memberikan kenikmatan iman
dan kesempatan ehingga makalah” lembaga keuangan internasioal “ dapat
terselesaikan. Sholawat serta salam kami curahkan kepada baginda nabi besar
kita muhammad saw yang telah membimbing umat manusia dari zaman tak berada
menuju zman beradab.
Pembahasan
makalah ini bertema tentang “ lembaga keuangan internasioanl “ yang dengan
adanya lembaga keuangan ini di harapkan mampu membantu keadaan perekonomian
negara-negara yang kekurangan dana dalam segala aspek perkembangan ekonominya,
baik dalam segi pembangunan maupun segi perbaikan moneter negara.
Dalam hal ini
kami selaku pemakalah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
dosen pengampu mata kuliah bank dan lembaga keuangan lainnya yang telah
memberikan tugas dan sufort kepafa kami sehingga makalah ini dapat
terselesaikan
Penulis
menyadari makalah yang kami buat masih jauh dari kesempurnaan sehingga keritik
dan sarannya sangat kami butuhkan untuk bisa kami perbaiki kekurangannya.
A. International Monetary Fund (IMF)
a.
Latar Belakang
Sejarah dan Organisasi
Dana Moneter Internasional atau International
Monetary Fund (IMF) adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab
dalam mengatur sistem finansial global dan menyediakan pinjaman kepada negara
anggotanya untuk membantu masalah-masalah keseimbangan neraca keuangan
masing-masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara-negara yang
mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya, negara
tersebut diwajibkan melakukan kebijakan-kebijakan tertentu, misalnya
privatisasi badan usaha milik negara.
Pada saat akhir Perang Dunia II tersebut,
ekonomi cenderung mengerucut pada satu tumpuan kekuatan, Amerika Serikat (AS).
Britania Raya mengalami kebangkrutan ekonomi akibat resesi sejak akhir abad
ke-19 dengan kehilangan cadangan emasnya. Eropa Barat hancur sebagai akibat
perang dunia. Demikian juga dengan Jepang. Dan tidak ada negara satu pun di
dunia yang cukup kuat, kecuali AS.
AS menjadi kekuatan ekonomi tunggal pada saat
itu dengan memiliki cadangan emas mencapai 65 persen dari seluruh dunia. Dia
juga menjadi pemimpin dalam Perang Dunia II dan menang. AS juga, yang secara
fisik, tidak tersentuh dan terseret menjadi medan perang, kecuali wilayah Hawai
yang dihajar bom oleh Jepang.
Atas dasar peta kekuatan tersebut, kesepakatan
Bretton Woods sangat kental dengan nuansa peran AS dalam mengatur tatanan
ekonomi dunia. Salah satunya, peran dolar AS sebagai satu-satunya alat pembayaran
dunia. Pada saat itu, setiap mata uang ditetapkan nilai berdasarkan cadangan
emas masing-masing negara dan kemudian menetapkan nilai tukar mata uang
terhadap dolar AS berdasarkan nilai paritasnya terhadap emas masing-masing.
International Monetary Fund (IMF) muncul
sebagai hasil dari perundingan Bretton Woods, pasca Great Depression yang
melanda dunia pada dekade 1930-an. Pada Pada tanggal 22 Juli 1944 – sebagai
akibat dari Great Depression – 44 negara mengadakan pertemuan di Hotel Mount
Washington Hotel, Kota Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat, untuk
membahas kerangka kerja sama ekonomi internasional baru yang akan dibangun
setelah Perang Dunia II. Negara-negara ini percaya bahwa kerangka kerja sama
tersebut sangat dibutuhkan untuk menghindari pengulangan bencana ekonomi yang
terjadi selama Great Depression. Pertemuan ini melahirkan “Bretton Woods
Agreements” yang membangun IMF dan organisasi kembarannya, The International
Bank for Reconstruction and Development (sekarang lebih dikenal dengan nama
World Bank). Pada awalnya, IMF hanya beranggotakan 29 negara, namun kemudian
pada awal tahun 2004 anggota IMF sudah mencapai 184 negara, yang berarti hampir
semua negara anggota PBB juga menjadi anggota IMF.
b. Peranan dan Fungsi IMF
IMF memiliki tiga fungsi yang berperan dalam
pencapaian dua tujuannya. Adapun fungsi yang pertama yaitu pemantauan, yang
diartikan sebagai tanggung jawab mengawasi system keuangan internasional dan
mengawasi kepatuhan setiap negara anggota dalam memenuhi kewajibannya untuk
mengimplementasi kebijakan-kebijakan yang kondusif bagi pertumbuhan yang
terpadu seperti stabilitas harga, membantu memajukan pengaturan pertukaran yang
stabil dan menghindari manipulasi nilai tukar, serta memberikan data perekonomiannya
kepada IMF sehingga dapat memantau kondisi ekonomi dan keuangan di
seluruh dunia serta memeriksa apakah kebijakan di negara anggota terbukti benar
menurut sudut pandang internasional maupun nasional. Selain itu juga IMF
memiliki kewengan dalam memperingatkan negara anggota untuk mewaspadai bahaya
yang mengintai, dengan demikian pemerintah dapat mengambil tindakan pencegahan.
Untuk fungsi kedua yaitu peminjaman, yang diartikan sebagai institusi
yang memberikan pinjaman kepada negara- negara yang mengalami kesulitan
dengan neraca pembayarannya. Tujuan utama peminjaman bagi negara-negara
berpendapatan rendah adalah demi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan
kemiskinan. Sedangkan fungsi ketiga yaitu bantuan teknis dan pelatihan. Fungsi
ketiga ini membuat IMF membantu negara-negara anggotanya dalam memberikan saran
untuk mengembangkan institusi pembuat kebijakan dan instrument kebijakan
ekonomi yang kuat.
B.
The Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia)
The Asian Development bank (ADB) berdiri tahun 1966, dan bertugas meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, serta bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan
di Asia. ADB merupakan lembaga pengembangan keuangan internasional yang
melaksanakan penyaluran dana, menyokong investasi, dan memberikan kerja sama
teknis (technical assistance) kepada negara-negara berkembang yang menjadi
anggotanya. ADB merupakan
lembaga negara, yang anggotanya adalah pemerintah-pemerintah dari berbagai
negara. ADB juga merupakan organisasi regional, karena aktifitas-aktifitas
dititik beratkan di wilayah Asia. Kebanyakan negara anggotanya berada di Asia,
sebagian besar struktur permodalannya bersumber dari negara-negara Asia, begitu
pula pemilihan pimpinan (president) serta delapan dari dua belas dewan
direksinya. Selain itu, ADB juga beranggotakan negara-negara non Asia, yang
sangat banyak membantu permodalan ADB, serta dalam struktur organisasi diwakili
melalui beberapa anggota dewan direksi dan para stafnya. Kenyataan inilah yang
menyebabkan ADB tidak hanya merupakan sebuah organisasi Asia, melainkan sebuah
institusi dengan wawasan seluruh dunia.
a.
Latar belakang berdirinya Asian Development Bank
Pada pertengahan 1960-an, negara-negara di Asia sangat membutuhkan
bantuan ekonomi untuk membiayai pertumbuhan dan pembangunannya. Dari berbagai
penjuru dunia datang bantuan untuk negara-negara Asia, baik berupa dukungan
politis maupun bantuan ekonomi. Semula bantuan ini diharapkan dan datang dari
negara-negara Barat, namun dengan adanya perkembangan rasa nasionalisme
terutama setelah selesainya Perang Dunia II mendorong rasa kerja sama di antara
negara-negara Asia, dengan berusaha memperoleh bantuan politis maupun ekonomi
dari kalangan negara-negara Asia sendiri. Kesemuanya ini tercermin dalam
pembentukan berbagai organisasi Asia, seperti Economics Commission for Asia and
the Far East (ECAFE) yang berdiri dari negara-negara Asia yang telah menjadi
anggota PBB pada saat itu, SEATO dan lain-lain. Dalam suasanan seperti inilah,
ADB lahir dan berkembang.
b.
Fungsi dan tujuan asian development bank
·
Menyokong investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah asia
untuk tujuan-tujuan pembangunan.
·
Memanfaatkan sumber-sumber daya yang tersedia untuk membiayai
pembangunan, dengan memprioritaskan wilayah dan sub-wilayah Asia, berupa berbagai
proyek dan program regional yang berperan secara efektif terhadap pertumbuhan
ekonomi yang selaras di wilayah tersebut secara keseluruhan. Dan yang sangat
diutamakan adalah kebutuhan dari negara-negara kecil atau negara-negara yang
sulit berkembang di wilayah Asia.
·
Memenuhi permintaan neara-negara anggota untuk membantu mereka
dalam mengkoordinasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan rencana pembangunan
mereka dengan tujuan untuk lebih memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimilki,
menyehatkan perekonomian, dan meningkatkan ekspansi perdagangan luar negeri,
terutama diantara negara-negara Asia sendiri.
·
Memberikan bantuan teknis (technical assistance) untuk menyiapkan,
membiayai dan melaksanakan berbagai program dan proyek-proyek pembangunan,
termasuk memformulasikan usulan bagi proyek-proyek tertentu.
·
Bekerja sama dengan PBB, dan badan-badan organiasi dibawah PBB
terutama ECAFE dan juga dengan berbagai lembaga negara dan lembaga
internasional lainnya, seperti berbagai organisasi nasional baik pemerintah maupun
swasta, yang berkepentingan dengan investasi dari pengembangan dana disuatu
wilayah, serta memberikan berbagai kesempatan untuk melakukan investasi bagi
lembaga-lembaga terebut.
·
Melaksanakan berbagai kegiatan dan memberikan berbagai jasa-jasa
lainnya sesuai dengan tujuan Asian Development Bank.
C.
BANK DUNIA
Setelah mengetahui tentang bank konvensional
dan bank syariah. Disini penulis ingin mencoba menulis tentang bank dunia atau
sering disebut dengan World Bank.
Didalam tulisan ini akan dibahas mengenai apa itu bank dunia, tujuan, peran
bagi dunia internasional dan peran bagi negara kita Indonesia.
a.
Sejarah dan
Perkembangan Bank Dunia
Bank Dunia didirikan bersama-sama dengan
didirikannya IMF pada tahun 1944 di Britton Woods, New Hampshire, Amerika
Serikat. Bank Dunia dibentuk oleh dua negara promotor dan pendukung utama,
yaitu Amerika Serikat dan Inggris. Tujuan awal didirikannya adalah untuk
mencegah berulangnya peristiwa Great Depression sebagaimana pernah
terjadi pada sekitar tahun 1930 (Hutagalung, 2009). Hal ini disebabkan perang
dunia kedua yang melanda hampir seluruh belahan bumi sangat berpotensi
meninggalkan puing-puing perekonomian yang luluh lantak di Eropa dan juga di
sebagian besar negara-negara korban perang lainnya.
Entah karena pihak sekutu (yang saat itu sudah
didukung oleh Amerika Serikat pascapengeboman Pearl Harbour oleh Jepang) merasa
perang tidak akan berlangsung lama lagi ataupun karena alasan lain, tetapi yang
jelas setahun setelah didirikannya Bank Dunia perang dunia kedua benar-benar
berakhir. Sesuai prediksi, negara-negara korban perang, terutama di Eropa,
segera membutuhkan aliran dana segar untuk merekonstruksi perekonomian mereka
pascaperang. Prancis tercatat sebagai negara pertama yang mendapatkan pinjaman
dari Bank Dunia senilai 250 juta dolar AS.
Dalam perkembangannya, semakin sedikit negara
yang mengalami peperangan, sehingga kebutuhan untuk rekonstruksi pascaperang
pun semakin kecil. Pada saat itu, Bank Dunia di bawah kepemimpinan Mc-Namara
menggeser fokusnya ke arah pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan,
pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik, terutama di negara-negara dunia
ketiga yang notabene tertinggal dari negara maju.
b.
Pengertian Bank
Dunia
Bank Dunia (World Bank) merupakan sebuah
lembaga keuangan internasional yang
menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian
modal.
c.
Tujuan Bank
Dunia
Tujuan resmi dari Bank Dunia adalah pengurangan
kemiskinan. Namun selain itu terdapat pula tujuan Bank Dunia yang lainnya,
yaitu :
·
Untuk membantu
rekonstruksi dan pembangunan di daerah anggota dengan cara memfasilitasi
investasi modal untuk tujuan produktif, termasuk pemulihan kembali ekonomi yang
hancur atau rusak karena perang, perubahan kembali fasilitas-fasilitas
produktif yang dibutuhkan untuk usaha damai dan dorongan pembanunan untuk
fasiltas produktif dan sumber-sumber di negara-negara miskin.
·
Untuk mendorong
investasi swasta luarnegeri lewat jaminan atau partisipasi dalam pemberian
pinjaman dan investasi lainnya oleh investor swasta; dan ketika modal swasta
tidak tersedia dalam syarat-syarat yang wajar, sebagai tambahan investasi
swasta dengan menyediakan, berdasarkan persyaratan yang cocok, membiayai untuk
tujuan-tujuan produktif di luar dari modal mereka sendiri, pengumpulan dan oleh
sumber-sumber sendiri maupun sumber lainnya.
·
Untuk mendorong
keseimbangan perkembangan jangka panjang perdagangan internasional dan untuk
mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran dengan mendorong investasi
internasional untuk kemajuan sumber-sumber produktif para anggota, dengan cara
membantu menaikkan produktivitas, standar kehidupan dan keadaan buruh di daerah
mereka.
·
Untuk meyusun
pinjaman-pinjaman yang dibuat atau dijamin olehnya dalam hubungannya dengan
pinjaman internasional melalui sumber lainnya sehingga dapat lebih berguna dna
proyek-proyek yang mendesak, besar ataupun kecil, dapat diatasi segera.
·
Untuk
menjalankan kegiatannya dengan dasar untuk mempengaruhi investasi internasional
dalam persyaratan bisinis di dalam daerah anggota dan, dalam tahun tahun
setelah perang, untuk membantu membuat masa transisi dari suasana perang ke
keadaan ekonomi yang damai.
d.
Peran Bank
Dunia bagi Dunia Internasional
Sejak didirikan, Bank Dunia telah mengambil
banyak peran bagi perkembangan dunia Internasional. Sebagaimana tujuan
didirikannya, Bank Dunia telah membantu negara-negara korban perang, terutama
di wilayah Eropa, untuk segera merekonstruksi infrastruktur dan perekonomiannya
yang hancur pascaperang dunia kedua. Seteah proses rekonstruksi pascaperang
selesai, Bank Dunia memulai peran baru sebagai lembaga pemberi pinjaman uang
berbunga rendah untuk negara-negara berkembang yang membutuhkan.
Bank Dunia mendanai proyek-proyek di berbagai
negara untuk mengembangkan beberapa hal, seperti pembangunan infrastruktur,
pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, hingga
lingkungan hidup. Bank Dunia seringkali memberikan bantuan dalam bentuk dua hal
sekaligus, dana pinjaman dan juga rekomendasi kebijakan, terutama terkait
kebijakan keuangan atau yang berhubungan dengan proyek yang didanai.
Bagaikan pisau bermata dua, bantuan dari Bank
Dunia dirasakan oleh negara-negara peminjam memberikan dua dampak sekaligus, di
mana satu dan yang lainnya saling bertolak belakang. Di satu sisi, bantuan Bank
Dunia seringkali merupakan penyelamat keuangan dan perekonomian negara
peminjam. Namun di sisi lain, bantuan tersebut juga tidak jarang menimbulkan
masalah baru yang kadang jauh lebih besar dari masalah yang telah diatasi.
Negara-negara peminjam biasanya merupakan
negara berkembang yang notabene-nya tergolong “miskin”, apalagi jika
dibandingkan dengan negara maju. Mereka membutuhkan suntikan modal untuk
proyek-proyek di berbagai bidang, meskipun biasanya berujung pada satu harapan,
yaitu menggerakkan dan menggeliatkan roda perekonomian. Dengan hal tersebut,
mereka bisa mendongkrak keuangan dan pendapatan dalam negeri. Modal inilah yang
seringkali tidak bisa mereka dapatkan kecuali melalui lembaga-lembaga keuangan
internasional. Dalam konteks ini, Bank Dunia memberikan keuntungan bagi
negara-negara peminjam karena biasanya pinjaman yang diberikan tergolong
berbunga rendah.
Bergeraknya roda perekonomian merupakan sesuatu
yang sangat penting bagi suatu negara. Dengan roda perekonomian yang terus
bergerak positif, negara-negara dunia ketiga memiliki sedikit harapan untuk
menyusul atau setidaknya menyamai perekonomian di negara-negara maju. Hal ini tentunya
menjadi keinginan seluruh negara berkembang, sehingga tidak mengherankan jika
kemudian Bank Dunia dan juga lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya
menjadi penyedia “jalan pintas” menuju terwujudnya harapan tersebut.
Jika dilihat secara global, bantuan-bantuan
dana kepada masing-masing negara peminjam telah menjadi penyangga, sehingga
perekonomian dunia menjadi lebih stabil dan terkendali. Hal ini tentunya juga
sesuai dengan tujuan keberadaan dari Bank Dunia. Karena keruntuhan, atau setidaknya
kemunduran ekonomi suatu negara (yang mungkin terjadi tanpa bantuan Bank Dunia)
dapat berdampak bagi negara-negara lainnya, baik di tingkat regional ataupun
multinasional.
e.
Peran Bank
Dunia Bagi Indonesia
Kebijakan politik pemerintahan Presiden Soekarno
yang mendekat ke blok Uni Soviet menyulitkan Bank Dunia yang memiliki paham
berseberangan untuk mengambil peran lebih banyak bagi Indonesia. Oleh karena
itu, Bank Dunia baru mulai berperan sebagai lembaga pemberi pinjaman bagi
Indonesia pada saat awal masa pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu sekitar
tahun 1968. Namun sebelum memberikan pinjaman, Bank Dunia “menjajaki” Indonesia
dengan memberikan bantuan teknis untuk identifikasi kebijakan makroekonomi,
kebijakan sektoral yang diperlukan, dan kebutuhan pendanaan yang kritis
(Hutagalung, 2009).
Di masa-masa awal pemberian pinjaman, Indonesia
masih dianggap sebagai negara yang memiliki nilai credit worthiness yang
rendah. Oleh karena itu, pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia pada saat itu
menggunakan skema IDA atau pinjaman tanpa bunga, kecuali administrative fee ¾
persen per tahun dan jangka waktu pembayaran 35 tahun dengan masa tenggang 10
tahun. Dana pinjaman pertama yang diberikan kepada Indonesia adalah sebesar 5
juta dolar AS pada September 1968 (Hutagalung, 2009).
Pada masa-masa awal tersebut, dana pinjaman
dari Bank Dunia digunakan untuk pembangunan di bidang pertanian, perhubungan,
perindustrian, tenaga listrik, dan pembangunan sosial. Pada tahun-tahun
berikutnya, Indonesia berhasil menunjukkan performa ekonomi yang memuaskan,
dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen per tahun, jauh lebih
besar dari rata-rata pertumbuhan ekonomi negara peminjam yang lain. Oleh karena
itu, sejak akhir dekade 70-an Indonesia sudah mulai dianggap sebagai negara
yang lebih creditworthy untuk memperoleh pinjaman Bank Dunia yang
konvensional atau dengan menggunakan skema IBRD. Berbeda dari periode
sebelumnya, pada dekade 80-an, pinjaman uang Bank Dunia terlihat lebih terarah
pada masalah deregulasi sektor keuangan, selain masih tetap digunakan bagi
pengembangan sektor-sektor sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
Kesimpulan
Dana Moneter
Internasional atau International Monetary Fund (IMF) adalah organisasi
internasional yang bertanggung jawab dalam mengatur sistem finansial global dan
menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah-masalah
keseimbangan neraca keuangan masing-masing negara. IMF memiliki dua tujuan
yaitu menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan menjaga stabilitas nilai
tukar.
Bank Dunia
(World Bank) merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang
untuk program pemberian modal.
Tujuan dari Bank Dunia yaitu :
1.
Untuk membantu
rekonstruksi dan pembangunan di daerah anggota
2.
Untuk mendorong
investasi swasta luar negeri
3.
Untuk mendorong
keseimbangan perkembangan jangka panjang perdagangan internasional dan untuk
mempertahankan keseimbangan saldo pembayaran dengan mendorong investasi
internasional untuk kemajuan sumber-sumber produktif para anggota, dengan cara
membantu menaikkan produktivitas, standar kehidupan dan keadaan buruh di daerah
mereka.
4.
Untuk meyusun
pinjaman-pinjaman yang dibuat atau dijamin olehnya dalam hubungannya dengan
pinjaman internasional melalui sumber lainnya sehingga dapat lebih berguna dna
proyek-proyek yang mendesak, besar ataupun kecil, dapat diatasi segera.
5.
Untuk
mempengaruhi investasi internasional dalam persyaratan bisinis di dalam daerah
anggota dan dalam tahun tahun setelah perang, untuk membantu membuat masa
transisi dari suasana perang ke keadaan ekonomi yang damai.
Peran Bank Dunia di bagi dunia Internasional
adalah memberikan pinjaman untuk negara berkembang untuk mengatasi masalah
kemiskinan.
Daftar Pustaka
Rivai, Veithzal.2010.Islamic Banking. Jakarta: Bumi Aksara
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Dunia
http://danielanugrah10.wordpress.com/2011/11/23/makalah-bank-dunia/
http://danielanugrah10.wordpress.com/2011/11/23/makalah-bank-dunia/
Blog apaan
BalasHapusGoog
BalasHapus