Makalah
ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Pendidikan
Kewarganegaraan”
Oleh :
Hadiatullah (18)
(140810101155)
082233624021
UNIVERSITAS JEMBER
2015
Kata
Pengantar
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat allah SWT, karena atas rahmat dan hidayahnya
penulis dapat menyelesaikan tugas “Pendidikan kewarganegaraan”. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah abadikan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. nabi
akhir zaman pembawa rahmat bagi seluruh alam.
Tujuan kami
menulis materi tersebut adalah memenuhi tugas, dan agar menjadikan mahasiswa
mengerti tentang identitas nasional dan globalisasi.Terima kasih kepada pemberi
tugas telah memberikan kami kesempatan untuk berfikir panjang dan dapat membuat
makalah ini sesuai harapan.
Jember, 21 Maret 2015
Penulis
i
Daftar Isi
Sampul
Depan.........................................................................................
Kata pengantar ...................................................................................... i
Daftar Isi
.............................................................................................. ii
BAB I
Pendahuluan.............................................................................. 1
A. Latar
Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah....................................................................... 2
C. Manfaat dan Tujuan..................................................................... 2
BAB II Pembahasan ............................................................................ 3
A. Identitas
Nasional........................................................................ 3
B.
Unsur-unsur Pembentuk Identitas
Nasional................................ 4
C.
Faktor Pembentukan Identitas
Bersama...................................... 5
D. Identitas
Nasional Indonesia ...................................................... 7
E.
Globalisasi ................................................................................. 9
F.
Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi
........................ 11
BAB III Penutup
................................................................................ 13
A. Kesimpulan
............................................................................... 13
B.
Saran
......................................................................................... 13
Daftar Pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada hakikatnya
manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia senantiasa
membutuhkan orang lain pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok - kelompok.
Aristoles seorang filsuf yunani mengatakan manusia adalah zoon politicon, yang
artinya manusia adalah makhluk yang berkelompok.
Manusia dalam
bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusaha
mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan hidup kelompok tersebut. Di mulai
dari lingkungan terkecil sampai pada lingkungan besar. Pada mulanya manusia
hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok yang lebih
besar lagi seperti suku, masyarakat, dan bangsa, kemudian manusia hidup
bernegara. Mereka membentuk negara sebagai persekutuan hidupnya. Negara merupakan
suatu organisasi yang di bentuk oleh kelompok manusia yang memiliki cita cita
bersatu, hidup dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yang sama.
Negara dan
bangsa memiliki pengertian yang berbeda, apabila negara adalah organisasi
kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada
persekutuan hidup manusia itu sendiri. Didunia ini masih ada bangsa yang belum
bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah yang bernegara yang pada
mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai satu bangsa
yang belum bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada
mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai satu
bangsa, baik bangsa maupun negara tersebut dengan bangsa maupun negara memiliki
ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara
lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang
bersangkutan. Ciri khas yang di miliki negara juga merupakan identitas dari
negara yang bersangkutan. Identitas-identitas yang di sepakati dan di terima
oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa.
1
B. Rumusan Masalah
Ø Apa pengertian
identitas nasional ?
Ø Apa saja
unsur-unsur pembentuk identitas nasional ?
Ø Apa faktor
pembentukan identitas bersama ?
Ø Bagaimana
dengan identitas nasional Indonesia ?
Ø Apa itu
globalisasi ?
Ø Apa keterkaitan
identitas nasional dengan globalisasi ?
C. Manfaat dan Tujuan
Ø Mengetahui
pengertian identitas nasional
Ø Mengetahui
unsur-unsur pembentuk identitas nasional
Ø Mengetahui
faktor pembentukan identitas bersama
Ø Mengetahui
tentang identitas nasional Indonesia
Ø Mengetahui
tentang Globalisasi
Ø Mengetahui
keterkaitan antara identitas nasional dengan globalisasi
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Identitas Nasional
Istilah identitas nasional dapat di samakan dengan identitas
kebangsaan secara etimologis, identitas berasal dari kata “identitas“ dan
“nasional“. kata identitas berasal dari bahasa inggris identity yang memiliki
pengertian harfiah : kiri ,tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang,
kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain dengan demikian,
identitas berarti ciri-ciri, tanda-tanda
atau jati diri yang di miliki seseorang, kelompok, masyarakat
bahkan suatu bangsa sehingga dengan identitas itu bisa membedakannya dengan
yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Nasional menunjuk
pada konsep kebangsaan nasional menunjuk pada kelompok - kelompok persekutuaan
hidup manusia dari sekadar pengelompokan berdasarkan ras, agama, budaya,
bahasa, dan sebagainya oleh karena itu, identitas nasional lebih merujuk pada
idenrtitas bangsa dalam pengertian politik (political unity).
Secara umum beberapa unsur yang terkandung dalam identitas nasional antara
lain :
1. Pola perilaku
Adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
2. Lambang-lambang
Adalah sesuatu yang
menggambarkan tujuan dan fungsi Negara.
3. Alat-alat perlengkapan
Adalah sejumlah
perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang
berupa bangunan, peralatan dan teknologi.
4. Tujuan yang ingin
dicapai
Yang bersumber dari tujuan yang bersifat dinamis dan tidak tetap, seperti
budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu.
3
B.
Unsur-unsur Pembentuk Identitas
Nasional
Salah satu identitas
bangsa Indonesia adalah dikenal sebagai sebuah bangsa yang majemuk.
Kemajemukan Indonesia dapat dilihat dari sisi sejarah, kebudayaan, suku bangsa,
agama, dan bahasa.
- Sejarah
Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah Negara, bangsa Indonesia
pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Dua kerajaan Nusantara, Majapahit
dan Sriwijaya. Kebesaran dua kerajaan nusantara tersebut telah membekas pada
semangat perjuangan Bangsa Indonesia pada abad-abad berikutnya. Semangat juang
bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah, menurut banyak ahli, telah menjadi
ciri khas tersendiri bagi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu
unsur pembentuk identitas nasional Indonesia.
2. Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang
menjadi unsur pembentukan identitas nasional meliputi tiga unsur, yaitu akal
budi, peradaban, dan pengetahuan.
3. Suku bangsa
Kemajemukan merupakan
identitas lain bangsa Indonesia. Kemajemukan alamiah bangsa Indonesia dapat
dilihat pada keberadaan lebih dari ribuan kelompok suku, beragam bahasa, budaya, dan ribuan kepulauan.
4. Agama
Keanekaragaman agama
merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiah Indonesia. Dengan kata lain,
keragaman agama dan keyakinan di Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi
Negara, tetapi juga merupakan suatu rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang harus tetap
dipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia.
5. Bahasa
Bahasa Indonesia adalah
salah satu identitas nasional Indonesia yang penting. Sekalipun Indonesia
memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa Indonesia (bahasa yang digunakan
bahasa Melayu) sebagai bahasa penghubung berbagai kelompok etnis yang mendiami
kepulauan Nusantara memberikan nilai identitas tersendiri bagi bangsa
Indonesia.
4
C.
Faktor Pembentukan Identitas Bersama
Proses pembentukan bangsa negara membutuhkan identitas -
identitas untuk menyatukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor - faktor
yang di perkuakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, meliputi primordial,
sakral, tokoh, bhineka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi, dan
kelembagaan (Ramlan Surbakti, 1999)
a. Primordial
Faktor -
faktor primordial ini meliputi : ikatan kekerabatan (darah dan keluarga), kesamaan
suku bangsa, daerah asal (homelan), bahasa, dan adat istiadat. Faktor
primordial merupakan identitas yang menyatukan masyarakat sehingga mereka dapat
membentuk bangsa negara. Contoh, bangsa yahudi membentuk negara israel.
b. Sakral
Sakral dapat berupa kesamaan agama yang di peluk masyarakat atau
ideologi primer yang di
akui oleh masyarakat yang bersangkutan Agama
dan ideologi merupakan faktor sakral yang dapat membentuk bangsa negara. Faktor
sakral ikut menyumbang terbentuknya satu nasionalitas baru. Faktor agama
katolik mampu membentuk beberapa negara di amerika latin negara uni sofyet di
ikat oleh kesamaan ideologi komunis.
c. Tokoh
Pemimpinan dari para tokoh yang di segani dan di hormati oleh
masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa negara. Pemimpin di
beberapa negara di anggap sebagai menyambut lidah rakyat, pemersatu rakyat, dan
simbol persatuan bangsa yang bersangkutan. Beberapa contoh, misalnya mahatma
ghandi di india, tito di yugoslavia, Nelson Mandella Di Afrika Selatan, Dan
Soekarno Di Indonesia.
d. Bhineka Tunggal Ika
Prinsip bhineka tunggal ika pada dasarnya adalah kesediaan warga
bangsa untuk bersatu dalam perbedaan (unity in divercity). Yang di sebut
bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga
yang di sebut negara dan pemerintahnya, tanpa menghilangkan keterikatan pada
suku bangsa, adat, ras, dan agamanya. Mereka sepakat untuk hidup bersama di
bawah satu bangsa meskipun berbeda latar belakang.
5
e. Sejarah
Persepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang sejarah mereka
dapat menyatukan dalam satu bangsa. Persepsi yang sama tentaang pengalaman masa
lalu, seperti sama- sama menderita karena penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan
tekat dan tujuan yang sama antara
anggota masyarakat itu.
f. Perkembangan ekonomi
Perkembangan ekonomi (industrialisas) akan melahirkan spesialisasi
pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi
mutu dan variasi kebutuhan masyarakat , semakin saling bergantung dalam memenuhi
kebutuhan hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat karena
perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam
masyarakat. Solidaritas yang terjadi karena perkembangan ekonomi oleh emile
dherkime di sebut solidaritas organis,
faktor ini berlaku di masyarakat industri
maju seperti amerika utara dan eropa barat.
g.
Kelembagaan
Faktor lain yang berperan dalam mempersatukan bangsa berupa
lembaga- lembaga pemerintahan yang politik. Lembaga-lembaga itu seperti birokrasi, angkatan bersenjata, pengadilan
dan partai politik . lembaga- lembaga itu melayani dan mempertemukan warga
tanpa membeda-bedakan asal usul dan golonganya dalam masyarakat. Kerja dan
prilaku lembaga politik dapat mempersatukan orang sebagai satu bangsa.
6
D.
Identitas Nasional Indonesia
Identitas nasional indonesia menunjuk pada identitas – identitas
yang sifatnya nasional. Pada uraian sebelumnya identitas nasional bersifat
buatan, dan sekunder. Bersifat buatan oleh karenanya identitas nasional di
buat, di bentuk dan di sepakati oleh warga bangsa sebagai identitasnya setelah
mereka bernegara. Bersifat sekunder oleh karena identitas nasional lahir
belakangan bila di bandingkan dengan identitas kesukubangsaan yang memang telah
di miliki warga bangsa itu secara askriptif. Jauh sebelum mereka memiliki identitas nasional itu, warga bangsa telah
memiliki identitas primer yaitu identitas kesukubangsaan. Proses pembentukan
identitas nasional umumnya membutuhkan waktu dan perjuangan panjang di antara
warga bangsa negara yang bersangkutan. Hal
ini di sebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa
itu. Dapat terjadi sekelompok warga bangsa tidak setuju dengan identiotas
nasional yang hendak di ajukan oleh kelompok bangsa lainya. Setiap kelompok
bangsa di dalam negara umumnya menginginkan
identitasnya di jadikan atau tingkat sebagai identitas nasional yang tentu saja
belum tentu di terima oleh kelompok bangsa lain. Inilah yang menyebabkan sebuah negara bangsa
yang baru merdeka mengalami pertikaian intern yang berlarut larut demi untuk
saling mengangkat identitas kesukubangsaan menjadi identitas nasional. Contoh
kasus negara sri lanka yang di liputi pertikaian terus menerus antara bangsa
sinhala dan tamil sejak negara itu merdeka.
Setelah
bangsa indonesia bernegara, mulai di bentuk dan di sepakati apa apa yang dapat
menjadi identitas nasional indonesia. Bisa di katakan bangsa indonesia relatif
berhasil dalam membentuk identitas nasionalnya kecuali pada saat proses
pembentukan ideologi pancasila sebagai identitas nasional yang membutuhkan
perjuangan dan pengorbanan di antara warga bangsa.
7
Beberapa bentuk
identitas nasional indonesia, adalah sebagai berikut :
1.
Bahasa nasional atau persatuan yaitu bahasa indonesia, bahasa
indonesia berawal dari rumpun bahasa melayu yang di pergunakan sebagai bahasa
pergaulan yang kemudian di angkat seagai bahasa persatuan pada tanggal 28
oktober 1928. Bangsa indonesia sepakat bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa
nasional sekaligus sebagai identitas nasional indonesia.
2.
Bendera negara yaitu sang merah putih, warna merah berarti berani
dan putih berarti suci, lambang merah putih sudah di kenal pada masa kerajaan
di indonesia yang kemudian di angkat sebagai bendera negara, bendera warna
merah putih di kibarkan pertama kali pada tanggal 17 agustus 1945, namun telah
di tunjukkan pada peristiwa sumpah pemuda.
3.
Lagu kebangsaan yaitu indonesia raya, indonesia raya sebagai lagu
kebangsaan kebangsaan yang pada tanggal 28 oktober 1928 di nyanyikan untuk
pertama kali sebagai lagu kebangsaan negara.
4.
Lambang negara yaitu garuda pancasila, garuda adalah burung khas
indonesia yang di jadikan lambang negara.
5.
Semboyan negara yaitu bhineka tunggal ika, bhineka tunggal ika
artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua. Menunjukan kenyataan bahwa bangsa
kita heterogen, namun tetap berkeinginan untuk menjadi satu bangsa yaitu bangsa
indonesia.
6.
Dasar falsafah negara yaitu pancasila, berisi lima dasar yang di
jadikan sebagai dasar filsafat dan ideologi dari negara indonesia. Pancasila
merupakan identitas nasional yang berkedudukan sebagai dasar negara dan
ideologi nasional indonesia.
7.
Konstitusi ( hukum dasar )negara yaitu UUD 1945, merupakan hukum
dasar tertulis yang menduduki tingkatan tertinggi dalam tata urutan perundangan
dan di jadikan sebagai pedoman penyelenggaraan bernegara.
8.
Bentuk negara kesatuan republik indonesia yang berkedaulatan rakyat
, bentuk negara adalah kesatuan, sedang bentuk pemerintahan adalah republik.
Sistem politik yang di gunakan adalah sistem demokrasi (kedaulatan rakyat) . saat ini identitas negara
kesatuan republik indonesia yang berkedaulatan rakyat di sepakati untuk tidak
ada perubahan.
8
9.
Konsepsi wawasan nusantara, sebagai cara pandang bangsa indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nssdional.
10. Kebudayaan
daerah yang telah di terima sebagai kebudayaan nasional berbagai kebudayaan
dari kelompok - kelompok bangsa di indonesia yang memiliki cita rasa tinggi,
dapat di nikmati dan di terima oleh masyarakat luas merupakan kebudayaan
nasional. kebudayaan nasional pada dasarnya adalah puncak - puncak dari
kebudayaan daerah. Tumbuh dan di sepakati beberapa identitas nasional indonesia
itu sesungguhnya telah di awali dengan adanya kesadaran politik bangsa
indonesia sebelum bernegara. Hal demikian sesuai dengan ciri dari pembentukan
negara -
negara model mutakhir. kesadaran politik itu adalah tumbuhnya tumbuhnya
semangat nasionalisme (semangat kebangsaan) sebagai gerakan menentang penjajahan
dan mewujudkan negara - negara
indonesia. Dengan demikian, nasionalisme yang tumbuh kuat dalam diri bangsa
indonesia turut mempermudah terbentuknya identitas nasional.
E. GLOBALISASI
Kata
"globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah
universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar
definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau
proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin
terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan
ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas - batas geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.
Globalisasi
adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya,
globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang
mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan
waktu
akibat kemajuan teknologi informasi.
9
Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar,
seperti:
b.
patuh hokum
c.
kemandirian
d.
keterbukaan
e.
rasionalisasi
f.
etos kerja
g.
kemampuan memprediksi
h.
efisiensi dan produktivitas
i.
keberanian bersaing dan
j.
manajemen resiko
Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
b.
lembaga keagamaan
c.
indutri internasional dan lembaga perdagangan
d.
wisata mancanegara
e.
saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional
f.
lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional dan
g.
lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler
Globalisasi
berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan
masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota.
Namun, ada pula masyarakat
yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di
daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang
belum siap baik fisik maupun mental.
10
Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai
berikut:
a. Teknologi yang
rumit dan mahal.
b.
Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
c.
Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Unsur yang
mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
b. Teknologi tepat
guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
F. Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi
Identitas nasional pada
hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam
berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas
tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Diletakkan dalam
konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi
nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya
agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari
ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan
Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan
bahwa hakikat identitas asional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan
kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya
tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya
dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik,
moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif
diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun
internasional.
11
Kemudian dalam UUD 1945
yang diamandemen dalam satu naskah disebutkan dalam Pasal32
1. Negara memajukan
kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin
kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya.
2. Negara menghormati dan
memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Dengan demikian secara
konstitusional, pengembangan kebudayan untuk membina dan mengembangkan
identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya, terlepas dari apa dan
bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam khasanah ilmiah terdapat tidak
kurang dari 166 definisi sebagaimana dinyatakan oleh Kroeber dan Klukhohn di
tahun 1952. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya
nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia
atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran
budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat
ke berbagai tempat di dunia ini (Lucian W. Pye, 1966). Namun, perkembangan
globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan
berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak
fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut
menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan
semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
Ciri berkembangnya
globalisasi kebudayaan
1. Berkembangnya pertukaran
kebudayaan internasional.
2. Penyebaran prinsip
multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap
kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
3. Berkembangnya turisme
dan pariwisata.
4. Semakin banyaknya
imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
5. Berkembangnya mode yang
berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
6. Bertambah banyaknya
event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
12
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Identitas
adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan
membedakannya dengan bangsa lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa
banyak dikaitkan dengan sebutan “identitas nasional”. Namun demikian, proses
pembentukan identitas nasional bukan sesuatu yang sudah selesai, tetapi sesuatu
yang terus berkembang dan kontekstual mengiki\uti perkembangan zaman.
Globalisasi
berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan
masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota.
Namun, ada pula masyarakat
yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di
daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang
belum siap baik fisik maupun mental.
B.
Saran
Sebagai bangsa yang masih dalam tahap berkembang kita memang tidak suka
dengan globalisasi tetapi kita tidak bisa menghindarinya.Globalisasi harus kita
jalani ibarat kita menaklukan seekor kuda liar kita yang berhasil menunggangi
kuda tersebut atau kuda tersebut yang malah menunggangi kita. Mampu tidaknya
kita menjawab tantangan globalisasi adalah bagaimana kita bisa memahami dan
malaksanakan Pancasila dalam setiap kita berpikir dan bertindak.
Persoalan utama Indonesia dalam mengarungi lautan Global ini adalah masih
banyaknya kemiskinan, kebodohan dan kesenjangan sosial yang masih lebar. Dari
beberapa persoalan diatas apabila kita mampu memaknai kembali Pancasila dan kemudian
dimulai dari diri kita masing-masing untuk bisa menjalankan dalam kehidupan
sehari-hari, maka globalisasi akan dapat kita arungi dan keutuhan NKRI masih
bisa terjaga.
13
Daftar Pustaka